Kamis, 23 Januari 2014




1  Untuk mempersiapkan dan melaksanakan dengan efisien maka saya harus mempunyai sikap kepemimpinan.
Sejak lahir, setiap orang sudah mempunyai bekal genetik untuk di cetak menjadi pemimpin. Contoh nya orang yg lahir dari golongan darah biru, maka ia akan menjadi pemimpin karna faktor keturunan nya, ia akan menguasai kekuasaan yg di kuasai oleh orang tua nya dalam kurung ia akan meneruskan nya.
Selain dari faktor genetik, pemimpin juga bisa di cetak dari proses sosial (seleksi alam) baik melalui lingkungan, tempat tinggal, sekolah, organisasi, pekerjaan.
Yang di jelaskan dari teori ekologi ini adalah seseorang hanya dapat berhasil apabila memiliki bakat sejak lahir yang di kembangka lewat lingkungan dan pendidikan.
Untuk menjadi agent of change and development, pemimpin harus mempunyai sikap pemimin yang berkarakter, yaitu :
1.     Penentuan tujuan
Dari awal, seorang pemimpin harus tau memastikan semua anggota organisasinya tau maksud dan tujuan organisasinya. Selain itu setiap organisasi mempunyai visi dan misi dalam organisasi nya, maka itu lah yang menjadi tantangan buat pemimpin untuk merealisasi kan tujuan yang sudah di canangkan.


2.     Komunikasi

Seorang pemimpin haru mempunyai komunikasi yang baik dengan para anggotanya. Semua keputusan, informasi atau berita apapun yang di buat oleh top management terkait dengan kebaikan organisasi nya harus di komunikasi kan dengan baik kepada para anggota nya. Pemimpin biasa mengomunikasikan sesuatu kepada anggotanya tentu sudah biasa menggunakan media email, notes, chat groups, atau internal communication tools lainnya. Dan bagi pemimpin yg efektif, media itu saja tidak cukup. Karena tidak semua anggota nya mau membaca, kalaupun membaca belum tentu semua nya mempunya pemahaman yang sama. Maka pemimpin yg efektif itu harus menyikapi nya dengan man to man communication. Dia akan menemui langsung anggotanya untuk menginformasikan segalanya secara langsung dan memastikan apakah setiap anggota nya memahami atau tidak apa yang sudah di jelaskan nya.
3.     Kepercayaan
Komunikasi yang efektif didasari dengan adanya saling percaya antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut yaitu antara leader dengan bawahan nya. Penentuan arah tujuan organisasi sudah di buat, kemudian dikomunikasikan dan komunikasin ya di bangun di atas kepercayaan. Prinsip ini sangat dipahami oleh pemimpin yang efektif.
4.     Akuntabilitas (pertanggungjawaban)
Banyak pemimpin yang gagal dalam menjalankan proyek karna melalaikan dasar ini. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mencari orang yang siapa yang bersalah dalam organisasi, tapi ditujukan untuk menuntut pertanggung jawaban dari semua orang yang terlibat dalam organisasi tersebut.  Dari prinsip ini lah akan timbul kaedah check-list yaitu semua anggota merasa diawasi sehingga setiap saat mereka terpacu untuk memberikan yang terbaik. Kalaupun suatu saat mereka ‘bisa saja’ merasa tidak diawasi, kinerjanya tetap bisa mengutamakan yang terbaik karena mereka juga akan mempertanggungjawabkan pekerjaannya tersebut kepada atasannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar