1 Untuk
mempersiapkan dan melaksanakan dengan efisien maka saya harus mempunyai sikap
kepemimpinan.
Sejak lahir, setiap orang sudah mempunyai
bekal genetik untuk di cetak menjadi pemimpin. Contoh nya orang yg lahir dari
golongan darah biru, maka ia akan menjadi pemimpin karna faktor keturunan nya,
ia akan menguasai kekuasaan yg di kuasai oleh orang tua nya dalam kurung ia
akan meneruskan nya.
Selain dari faktor genetik, pemimpin
juga bisa di cetak dari proses sosial (seleksi alam) baik melalui lingkungan,
tempat tinggal, sekolah, organisasi, pekerjaan.
Yang di jelaskan dari teori ekologi
ini adalah seseorang hanya dapat berhasil apabila memiliki bakat sejak lahir
yang di kembangka lewat lingkungan dan pendidikan.
Untuk
menjadi agent of change and development,
pemimpin harus mempunyai sikap pemimin yang berkarakter, yaitu :
1.
Penentuan tujuan
Dari awal, seorang pemimpin harus tau memastikan semua
anggota organisasinya tau maksud dan tujuan organisasinya. Selain itu setiap
organisasi mempunyai visi dan misi dalam organisasi nya, maka itu lah yang
menjadi tantangan buat pemimpin untuk merealisasi kan tujuan yang sudah di
canangkan.
2.
Komunikasi
Seorang pemimpin haru mempunyai
komunikasi yang baik dengan para anggotanya. Semua keputusan, informasi atau
berita apapun yang di buat oleh top management terkait dengan kebaikan
organisasi nya harus di komunikasi kan dengan baik kepada para anggota nya.
Pemimpin biasa mengomunikasikan sesuatu kepada anggotanya tentu sudah biasa
menggunakan media email, notes, chat groups, atau internal communication tools
lainnya. Dan bagi pemimpin yg efektif, media itu saja tidak cukup. Karena tidak
semua anggota nya mau membaca, kalaupun membaca belum tentu semua nya mempunya
pemahaman yang sama. Maka pemimpin yg efektif itu harus menyikapi nya dengan man to man communication. Dia akan
menemui langsung anggotanya untuk menginformasikan segalanya secara langsung
dan memastikan apakah setiap anggota nya memahami atau tidak apa yang sudah di
jelaskan nya.
3.
Kepercayaan
Komunikasi yang efektif didasari dengan adanya saling
percaya antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut yaitu antara
leader dengan bawahan nya. Penentuan arah tujuan organisasi sudah di buat,
kemudian dikomunikasikan dan komunikasin ya di bangun di atas kepercayaan.
Prinsip ini sangat dipahami oleh pemimpin yang efektif.
4.
Akuntabilitas (pertanggungjawaban)
Banyak pemimpin yang gagal dalam menjalankan proyek
karna melalaikan dasar ini. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mencari orang yang
siapa yang bersalah dalam organisasi, tapi ditujukan untuk menuntut pertanggung
jawaban dari semua orang yang terlibat dalam organisasi tersebut. Dari prinsip ini lah akan timbul kaedah check-list yaitu semua
anggota merasa diawasi sehingga setiap saat mereka terpacu untuk memberikan
yang terbaik. Kalaupun suatu saat mereka ‘bisa saja’ merasa tidak diawasi,
kinerjanya tetap bisa mengutamakan yang terbaik karena mereka juga akan
mempertanggungjawabkan pekerjaannya tersebut kepada atasannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar