Rabu, 23 April 2014


Kepemimpinan adalah hubungan yang ada di dalam diri seseorang / pemimpin untuk mempengaruhi kegiatan yang di organisir dalam suatu kelompok, yang mengarah pada pencapaian tujuan bersama.
Seorang leader yang baik adalah seorang leader yang beretika dan berfilsafat. Beretika dan berfilsafat yang dimaksud adalah :
1.      memberikan dan menunjukan cara yang tepat dalam bertindak
2.      Bersifat relative / terjadi keragaman dalam penafsiran
3.      Harus memiliki kepandaian dalam mengambil keputusan dalam situasi apapun
Selain itu, sifat yang sebaiknya dimiliki seorang pemimpin menurut pendekatan sifat adalah :
1.      Takwa
2.      Sehat
3.      Cakap
4.      Jujur
5.      Tegas
6.      Setia
7.      Berani
8.      Berilmu
9.      Efisien  
-           Disiplin
Apabila seorang leader tersebut sudah memiliki sifat-sifat yang telah di sebutkan di atas, hendaknya di aplikasikan pada perilaku kepemimpinan situasional. Ada empat model pada teori kepemimpinan situasional yaitu :
1.      Model Kepemimpinan Kontingensi Fiedler
2.      Variabel Situasional
3.      Gaya Kepemimpinan
4.      Instrumen LPC

·         Model Kepemimpinan Kontingensi Fiedler
Tinggi rendahnya prestasi kerja satu kelompok dipengaruhi oleh sistem motivasi dari pemimpin dan sejauh mana pemimpin dapat mengendalikan dan mempengaruhi suatu situasi tertentu.
·         Variabel Situasional Fielder
Mendefinisikan kesukaan sebagai batasan dimana situasi memberikan kendali kepada seorang pemimpin atas para bawahan. Tiga aspek situasi yang dipertimbangkan meliputi: • Hubungan pemimpin-anggota • Kekuasaan posisi • Struktur tugas
·         Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan menurut Fiedler ada dua : • Orientasi pada tugas • Orientasi pada hubungan antar anggota
·         Pengertian Path Goal Theory (Jalan Tujuan) Adalah suatu model kepemimpinan yang dikembangkan oleh Robert House yang menyatakan bahwa kepemimpinan yang efektif adalah menggunakan dominasi, memilih keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggiuntuk meningkatkan karismatiknya
·         Gaya Kepemimpinan Path Goal Empat perbedaan gaya kepemimpinan dijelaskan dalam model pathgoal sebagai berikut (Koontz et al dalam Kajanto, 2003): • Kepemimpinan Pengarah (directive leadership) • Kepemimpinan Pendukung (supportive leadeship) • Kepemimpinan Partisipatif (participative leadership) • Kepemimpinan Berorientasi Prestasi
·         Faktor Situasional Path Goal Theory Dua faktor situasional yang diidentifikasikan kedalam model teori path-goal, yaitu: personal characteristic of subordinate and environmental pressures and demmand (Gibson, 2003): • Karakteristik Bawahan • Karakteristik Lingkungan

Senin, 14 April 2014

Komunikasi dalam Kehidupan Manusia



Manusia sebagai makhluk sosial dalam hal ini  terkandung maksud bahwa manusia tidak dapat hidup sendirian tentu nya membutuhkan individu lainnya dalam kehidupannya. Secara kodrat nya manusia akan selalu hidup bersama. Hidup bersama antar manusia berlangsung dalam bentuk komunikasi. Bisa di artikan bahwa komunikasi adalah syarat kehidupan manusia. Karna tanpa komunikasi dan interaksi,  kehidupan manusia tidak benar-benar hidup. Dua orang atau lebih dapat dikatakan berinteraksi apabila adanya aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi inilah yang dinamakan komunikasi. Burgon dan Huffner (2002) dalam bukunya yang berjudul HUMAN COMMUNICATION, mengemukakan bahwa komunikasi adalah sebuah proses pemikiran berupa seleksi informasi (kognitif), menilai atau mempersepsikan pengalaman (afektif) dan bertindak balas terhadap informasi yang di sampaikan tersebut (psikomotorik). Dari definisi tersebut, dapat diketahui juga bahwa komunikasi ditujukan untuk proses memberikan informasi. Dimana komunikasi tersebut dapat bersifat persuasif, yang bisa mempengaruhi perilaku orang lain.

Komunikasi dapat di lakukan dengan berbagai cara, baik secara verbal (dalam bentuk kata-kata,  lisan atau tulisan) ataupun nonverbal (tidak dalam bentuk kata-kata, sebagai contoh melalui tingkah laku, gambar-gambar dan bentuk lainnya yang mengandung arti. Selain itu komunikas juga dapat di lakukan secara langsung dan tidak langsung. Yang di maksud komunikasi tidak langsung adalah suatu penyampaian pesan yang di lakukan lewat perantara seperti melalui surat kabar, majalah, radio, dan lain-lain.
Berikut adalah tujuan komunikasi :
1.     dengan kita berkomunikasi yang baik dengan orang lain,  kita dapat dapat dikenal oleh banyak orang dan begitu juga sebaliknya, kita dapat mengenal banyak orang.
2.     adanya perubahan sikap (atitude change), dalam hal ini yang di maksud adalah proses penyampaikan pesan yang efektif yaitu dapat mempengaruhi orang lain dan berusaha agar orang bersikap positif sesuai dengan keinginan kita.
3.     perubahan pendapat (opinion change) yaitu komunikasi yang berusaha menciptakan pemahaman, pemahaman yang di maksud adalah kemampuan memamahami apa yang telah di sampaikan komunikator
4.     perubahan perilaku (behavior change) yaitu untuk mengubah perilaku maupun tindakan seseorang.