Kepemimpinan adalah hubungan yang ada di dalam diri seseorang / pemimpin untuk mempengaruhi kegiatan yang di organisir dalam suatu kelompok, yang mengarah pada pencapaian tujuan bersama.
Seorang leader yang
baik adalah seorang leader yang beretika dan berfilsafat. Beretika dan
berfilsafat yang dimaksud adalah :
1.
memberikan dan menunjukan cara yang
tepat dalam bertindak
2.
Bersifat relative / terjadi keragaman
dalam penafsiran
3.
Harus memiliki kepandaian dalam mengambil
keputusan dalam situasi apapun
Selain itu, sifat yang
sebaiknya dimiliki seorang pemimpin menurut pendekatan sifat adalah :
1.
Takwa
2.
Sehat
3.
Cakap
4.
Jujur
5.
Tegas
6.
Setia
7.
Berani
8.
Berilmu
9.
Efisien
- Disiplin
Apabila seorang leader
tersebut sudah memiliki sifat-sifat yang telah di sebutkan di atas, hendaknya
di aplikasikan pada perilaku kepemimpinan situasional. Ada empat model pada
teori kepemimpinan situasional yaitu :
1. Model Kepemimpinan
Kontingensi Fiedler
2. Variabel
Situasional
3. Gaya
Kepemimpinan
4. Instrumen
LPC
·
Model Kepemimpinan Kontingensi Fiedler
Tinggi rendahnya prestasi kerja satu kelompok
dipengaruhi oleh sistem motivasi dari pemimpin dan sejauh mana pemimpin dapat
mengendalikan dan mempengaruhi suatu situasi tertentu.
·
Variabel Situasional Fielder
Mendefinisikan kesukaan sebagai batasan dimana situasi
memberikan kendali kepada seorang pemimpin atas para bawahan. Tiga aspek
situasi yang dipertimbangkan meliputi: • Hubungan pemimpin-anggota • Kekuasaan
posisi • Struktur tugas
·
Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan menurut Fiedler
ada dua : • Orientasi pada tugas • Orientasi pada hubungan antar anggota
·
Pengertian Path Goal Theory (Jalan Tujuan) Adalah
suatu model kepemimpinan yang dikembangkan oleh Robert House yang menyatakan
bahwa kepemimpinan yang efektif adalah menggunakan dominasi, memilih keyakinan
diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggiuntuk meningkatkan
karismatiknya
·
Gaya Kepemimpinan Path Goal Empat perbedaan gaya kepemimpinan
dijelaskan dalam model pathgoal sebagai berikut (Koontz et al dalam Kajanto,
2003): • Kepemimpinan Pengarah (directive leadership) • Kepemimpinan Pendukung
(supportive leadeship) • Kepemimpinan Partisipatif (participative leadership) •
Kepemimpinan Berorientasi Prestasi
·
Faktor Situasional Path Goal Theory Dua faktor
situasional yang diidentifikasikan kedalam model teori path-goal, yaitu:
personal characteristic of subordinate and environmental pressures and demmand
(Gibson, 2003): • Karakteristik Bawahan • Karakteristik Lingkungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar